PA Boyolali Ikuti Pembinaan oleh WKPTA Semarang, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima
PA Boyolali Ikuti Pembinaan oleh WKPTA Semarang, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima
Boyolali, 15 Januari 2026 - Pengadilan Agama (PA) Boyolali mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan pada Kamis (15/1) bertempat di ruang pertemuan utama PA Boyolali pada pukul 08.00 WIB s/d 09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur PA Boyolali sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola peradilan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama (WKPTA) Semarang, Dr. Drs. Mohamad Jumhari, S.H., M.H., di sela-sela kesibukanya menghadiri peringatan Hari Desa Nasional menyempatkan waktu untuk memberikan materi pembinaan di hadapan seluruh aparatur PA Boyolali. Pembinaan ini menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai integritas, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.
Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa reformasi birokrasi di lingkungan peradilan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan good governance dan clean governance. Seluruh aparatur diharapkan mampu mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi melalui kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menjaga integritas sebagai aparatur peradilan, terlepas dari besarnya gaji maupun tunjangan yang diterima. Secara khusus kepada para hakim, beliau berpesan agar mampu menyelesaikan urusan-urusan duniawi dengan baik sehingga tidak mudah tergoda oleh praktik-praktik yang menyimpang, termasuk suap dan gratifikasi.
Selain itu, disampaikan pula bahwa penataan sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan secara berkelanjutan, dimulai dari tingkat pimpinan hingga ke seluruh jajaran aparatur. Penataan ini menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada kinerja.
Dalam aspek pelayanan, WKPTA Semarang mendorong PA Boyolali untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pencari keadilan dengan mengedepankan prinsip excellent service. Pelayanan yang cepat, ramah, dan berkeadilan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Apabila seluruh upaya tersebut dapat dijalankan secara konsisten, beliau berharap PA Boyolali mampu meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai wujud keberhasilan reformasi birokrasi dan komitmen integritas seluruh aparatur.
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian, serta diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh aparatur PA Boyolali untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan di masa mendatang.
Dokumentasi






