logo web trans

Diskusi Hukum Warga Peradilan Agama Se Jawa Tengah “Pembaharuan Hukum Acara Perdata Di Indonesia"

Ditulis oleh Indra Permana on .

Ditulis oleh Indra Permana on . Dilihat: 55

Diskusi Hukum Warga Peradilan Agama Se Jawa Tengah “Pembaharuan Hukum Acara Perdata Di Indonesia"

Jumát, 17 Januari 2020 bertempat di Hotel Patra Semarang Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Yang Mulia Dr. H. Amran Suadi, SH., M.Hum, sebagai nara sumber diskusi hukum yang diadakan oleh Peradilan Agama se Jawa Tengah. Diskusi rutin yang diselenggarakan setiap empat bulan sekali ini telah diadakan kali ketiga. Diskusi pertama dilaksanakan di Hotel Horison Semarang dengan nara sumber  para Hakim Tinggi PTA. Semarang, diskusi kedua dilaksanakan bersamaan dengan Turnamwn PTWP PTA CUP yangd iadakan di Purwokerto dengan nara sumber Hakim Agung dan diskusi ketiga ini mengambil tema PEMBAHARUAN HUKUM ACARA PERDATA DI INDONESIA. Tema tersebut diambil dengan tujuan untuk meyamakan persepsi Hakim-hakim Peradilan Agama di Jawa Tengah tentang pelaksanakan hukum acara kaitannya dengan implentasi Perma Nomor 3 tahun 2018 tentang e-Court dan Perma Nomor 1 tahun 2019 tentang e-Litigasi.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 tersebut nampak diikuti oleh kurang lebih 170 peserta yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Pengadilan Agama Se Jawa Tengah.  Dalam pembinaannya Yang Mulia Ketua Kamar menekankan bahwa hukum Acara tidak boleh ditafsir-tafsirkan, meskipun ada pembaharuan-pembaharuan itupun harus dilakukan melalui Perma dan Sema, tidak berdasarkan tafsir perorangan sehingga dapat menjadikan rusaknya hukum acara. Untuk itu penerapan e-Court dan e-Litigasi dalam hukum acara harus mengacu pada Perma Nomor 3 Tahun 2018 yang dilengkapi dengan Perma No 1 Tahun 2019, juklaknya KMA 129, juknisnya XII 2019. Karena PERMA diterbitkan mempunyai 3 fungsi : pertama, untuk mengisi kekosongan hukum acara; kedua, untuk penataan ulang hukum acara dan yang ketiga adalah untuk pembinaan dan pengawasan. Untuk itu Perma adalah merupakan hukum acara, apabila tidak daitur dalam Perma maka harus kembali kepada hukum asal.

Diskusi yang dipandu oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs. H. Iskandar Paputungan, SH, MH berjalan dengan sangat antusias. Diskusi dibagi menjadi dua termin dengan masing-masing empat penanya dari Pengadilan Agama yang berbeda agar kesempatan bertanya merata. Pada sessi pertama empat penanya masing-masing dari PA. Demak, PA. Semarang, PA. Rembang dan PA. Sragen. Untuk sessi kedua yang berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan adalah PA. Cilacap, PA. Pemalang, PA. Blora dan PA. Purwodadi. Walaupun masih banyak sekali peserta yang ingin bertanya, namun dengan berat moderator harus mengakhiri diskusi karena keterbatasan waktu dan diskusi gayeng ini ditutup pada pukul 11.30.

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Boyolali

Jl. Pandanaran No. 167 Boyolali   57311

Provinsi Jawa Tengah

Telp. (0276) 321014,  Fax. (0276) - 321599

Website : www.pa-boyolali.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Instagram : pengadilanagamaboyolali

Tautan Aplikasi